Tercatat sejak 5 tahun yang lalu, varian
tanaman adenium telah dikembangkan lebih dari 100 jenis. Namun dari varian
adenium yang ada, Harry Potter (Gambar 1.1) dan Peter Pan (Gambar 1.2) yang paling banyak diminati, karena bunga dan
bonggolnya yang menarik. Harry Potter sempat merajai Pasar adenium pada era
2004-an.

Adenium membutuhkan media tanam yang
porous (Gambar 2) misalnya campuran arang sekam, sekam mentah, cocopeat, dan
kompos
Penyiraman adenium (Gambar 3) dilakukan 2
hari 1 kali hanya media, interval 1 minggu seluruh tanaman. Penyiraman
sebaiknya dilakukan pagi hari antara jam 7.00 s/d jam 9.00. Gunakan air yang
bersih ph 6-6,5. Lakukan penyiraman secukupnya sampai air keluar dari lubang
pot itu tandanya penyiraman sudah merata.
Adenium menyukai lingkungan yang bersih
dan membutuhkan sinar matahari penuh (Gambar 4). Adenium tumbuh optimal pada
musim panas.
50 Jenis
Varian Adenium (Gambar 5)
Cara penyemaian bibit adenium (Gambar 6)
Tahapan menyambung (Gambar 8). Proses
penyambungan mudah dilakukan. Yang penting diperhatikan bonggol tidak terlalu
muda dan minimal berukuran 3 cm. Meski ada pula pekebun yang berani menyambung
pada bonggol 2—2,5 cm. Namun bonggol demikian mudah rusak.
Model sambungan yang diterapkan bisa
dimodifikasi. Misalnya, bila menemukan bahan bonggol berbatang besar. Idealnya
cabang batang bawah dan entres yang disambung memang sama besar agar lebih
mudah menyatu. Namun, mendapatkan bentuk ideal seperti itu sulit diperoleh.
Untuk menyiasatinya, sambung beberapa cabang kecil, misal sejumlah 2, 3, atau
4. Berikut tahapan bonggol sambung tiga (Gambar 9).
Cara sambung lain yaitu torehan miring.
Tujuannya agar entres lebih cepat menyatu. Memang sewaktu mengikat erat
sambungan, entres terkadang bergerak—kesalahan ini biasanya dilakukan oleh
pemula. Hasilnya sambungan lambat menyatu, bahkan mungkin gagal. Agar lebih
pasti, teknik toreh miring (Gambar 10) ini salah satu cara mengantisipasi.
Salah satu cara yang diterapkan para
pedagang untuk mempercepat perbanyakan varietas baru adalah menggunakan entres
mini (Gambar 11). Gunakan entres sepanjang 2 cm atau bahkan lebih pendek dari
itu.
Modifikasi
penampilan denganmetode 3 in 1 atau lebih. Artinya, penampilan adenium lama diubah menjadi aneka jenis dalam 1 batang bawah. Berikut tahapan sambung aneka jenis (Gambar 12).
Kesuksesan menyambung
bukan hanya dilihat dari keberhasilan menyatukan batang bawah dan entres. Namun,
juga sosok tanaman yang dihasilkan kelak. Terkadang, setahun kemudian baru
terlihat bahwa pemilihan entres tidak tepat. Akibatnya, cabang atas atau
sambungan ukurannya jauh lebih besar ketimbang batang di bawahnya. Hal itu
disebabkan karena entres tidak sejodoh dengan batang bawah. Sebenarnya bila
yang dipilih berasal dari spesies atau varietas sejenis, maka kendala itu tidak
akan ditemui. Seperti Sesama A. obesum, hampir pasti sejodoh bila disambung
(Gambar 13).
Agar pembuahan pasti terjadi maka
perkawinan buatan (selfing / seebling) (Gambar 14) perlu dilakukan.
Suksesnya pembuahan ditandai dengan
munculnya sepasang tanduk kecil menggantikan bunga (Gambar 15).
Setelah 3—6 bulan, buah siap dipanen
(Gambar 16).
Dengan hibridisasi atau persilangan antarvarietas
atau antarspesies, berbagai corak dan warna bisa diperoleh (Gambar 17).
Prosesnya sama dengan selfing atau seebling alias perkawinan sesama varietas
atau spesies. Bedanya, untuk hibridisasi, maka serbuk sari induk betina dibuang
agar tidak ikut membuahi putik. Pilih tepung sari bunga yang akan diubah atau
diprospek sifatnya. Bunga itu harus mekar pada hari ke-3—5. Tandanya, warna
bunga tidak terlalu ngejreng lagi.
Crimson star (Gambar 18) merupakan
adenium hibrida hasil persilangan Adenium obesum dan Adenium swazicum yang
dilakukan oleh DR. Mark Dimmit.
Harry Potter merupakan hasil penyerbukan
silang manual antara Adenium Obesum dan Adenium Somalense var. Cripsum (Gambar 19.1), kemudian memiliki
generasi-generasi turunan (Gambar 19.2)
Bonggol rapi (Gambar 20) bila terbentuk perakaran yang menyerupai kaki gurita.
Teknik pembesaran
bonggol (Gambar 21)
Teknik memperpendek
batang (Gambar 22).
Pembentukan cabang
dengan pemangkasan cabang atau ranting (Gambar 23) dilakukan bila ukuran
dianggap sudah cukup besar dan proporsional dengan batang atau cabang.
Melilit kawat (Gambar
24) merupakan adaptasi teknik bonsai. Pada teknik pengerdilan tanaman, mengawat
cabang atau ranting selalu dilakukan untuk membengkokkan cabang dan ranting.
Pembentukan cabang adenium
dengan teknik pelintir (Gambar 25)


























Tidak ada komentar:
Posting Komentar