Assalamu 'alaikum! ^_^

I created this blog in order to share the knowledge which I have gained. Oh yeah, I also share the light reading about the things that can entertain me on my other blog: imha-naimatunisa.blogspot.com. Well, happy reading guys!

Jumat, 27 Desember 2013

Adenium

Tercatat sejak 5 tahun yang lalu, varian tanaman adenium telah dikembangkan lebih dari 100 jenis. Namun dari varian adenium yang ada, Harry Potter (Gambar 1.1) dan Peter Pan (Gambar 1.2)  yang paling banyak diminati, karena bunga dan bonggolnya yang menarik. Harry Potter sempat merajai Pasar adenium pada era 2004-an.

 
 

Adenium membutuhkan media tanam yang porous (Gambar 2) misalnya campuran arang sekam, sekam mentah, cocopeat, dan kompos

Penyiraman adenium (Gambar 3) dilakukan 2 hari 1 kali hanya media, interval 1 minggu seluruh tanaman. Penyiraman sebaiknya dilakukan pagi hari antara jam 7.00 s/d jam 9.00. Gunakan air yang bersih ph 6-6,5. Lakukan penyiraman secukupnya sampai air keluar dari lubang pot itu tandanya penyiraman sudah merata.

Adenium menyukai lingkungan yang bersih dan membutuhkan sinar matahari penuh (Gambar 4). Adenium tumbuh optimal pada musim panas.

50  Jenis  Varian  Adenium (Gambar 5)

Cara penyemaian bibit adenium (Gambar 6)

Rounded Rectangle: Gambar 6Tahapan membentuk bonggol asal stek (Gambar 7)

Tahapan menyambung (Gambar 8). Proses penyambungan mudah dilakukan. Yang penting diperhatikan bonggol tidak terlalu muda dan minimal berukuran 3 cm. Meski ada pula pekebun yang berani menyambung pada bonggol 2—2,5 cm. Namun bonggol demikian mudah rusak.

 Model sambungan yang diterapkan bisa dimodifikasi. Misalnya, bila menemukan bahan bonggol berbatang besar. Idealnya cabang batang bawah dan entres yang disambung memang sama besar agar lebih mudah menyatu. Namun, mendapatkan bentuk ideal seperti itu sulit diperoleh. Untuk menyiasatinya, sambung beberapa cabang kecil, misal sejumlah 2, 3, atau 4. Berikut tahapan bonggol sambung tiga (Gambar 9).

Cara sambung lain yaitu torehan miring. Tujuannya agar entres lebih cepat menyatu. Memang sewaktu mengikat erat sambungan, entres terkadang bergerak—kesalahan ini biasanya dilakukan oleh pemula. Hasilnya sambungan lambat menyatu, bahkan mungkin gagal. Agar lebih pasti, teknik toreh miring (Gambar 10) ini salah satu cara mengantisipasi.
Salah satu cara yang diterapkan para pedagang untuk mempercepat perbanyakan varietas baru adalah menggunakan entres mini (Gambar 11). Gunakan entres sepanjang 2 cm atau bahkan lebih pendek dari itu.

Modifikasi penampilan denganmetode 3 in 1 atau lebih. Artinya, penampilan adenium lama diubah menjadi aneka jenis dalam 1 batang bawah. Berikut tahapan sambung aneka jenis (Gambar 12).


Kesuksesan menyambung bukan hanya dilihat dari keberhasilan menyatukan batang bawah dan entres. Namun, juga sosok tanaman yang dihasilkan kelak. Terkadang, setahun kemudian baru terlihat bahwa pemilihan entres tidak tepat. Akibatnya, cabang atas atau sambungan ukurannya jauh lebih besar ketimbang batang di bawahnya. Hal itu disebabkan karena entres tidak sejodoh dengan batang bawah. Sebenarnya bila yang dipilih berasal dari spesies atau varietas sejenis, maka kendala itu tidak akan ditemui. Seperti Sesama A. obesum, hampir pasti sejodoh bila disambung (Gambar 13).
Agar pembuahan pasti terjadi maka perkawinan buatan (selfing / seebling) (Gambar 14) perlu dilakukan.

Suksesnya pembuahan ditandai dengan munculnya sepasang tanduk kecil menggantikan bunga (Gambar 15).

Setelah 3—6 bulan, buah siap dipanen (Gambar 16).

Dengan hibridisasi atau persilangan antarvarietas atau antarspesies, berbagai corak dan warna bisa diperoleh (Gambar 17). Prosesnya sama dengan selfing atau seebling alias perkawinan sesama varietas atau spesies. Bedanya, untuk hibridisasi, maka serbuk sari induk betina dibuang agar tidak ikut membuahi putik. Pilih tepung sari bunga yang akan diubah atau diprospek sifatnya. Bunga itu harus mekar pada hari ke-3—5. Tandanya, warna bunga tidak terlalu ngejreng lagi.
 
Crimson star (Gambar 18) merupakan adenium hibrida hasil persilangan Adenium obesum dan Adenium swazicum yang dilakukan oleh DR. Mark Dimmit.

Harry Potter merupakan hasil penyerbukan silang manual antara Adenium Obesum dan Adenium Somalense var. Cripsum (Gambar 19.1), kemudian memiliki generasi-generasi turunan (Gambar 19.2)

 Bonggol rapi (Gambar 20) bila terbentuk perakaran yang menyerupai kaki gurita.

Teknik pembesaran bonggol (Gambar 21)

Teknik memperpendek batang (Gambar 22).

Pembentukan cabang dengan pemangkasan cabang atau ranting (Gambar 23) dilakukan bila ukuran dianggap sudah cukup besar dan proporsional dengan batang atau cabang.

Melilit kawat (Gambar 24) merupakan adaptasi teknik bonsai. Pada teknik pengerdilan tanaman, mengawat cabang atau ranting selalu dilakukan untuk membengkokkan cabang dan ranting.


Pembentukan cabang adenium dengan teknik pelintir (Gambar 25)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar